“Didiklah anak-anakmu sesuai zamannya, karena mereka akan hidup pada zaman yang berbeda dengan zamanmu” ~Umar Bin Khattab~

Memang benar zaman semakin hari semakin berbeda. Kalau dulu mau buat tugas sekolah/kuliah harus nyari buku dulu dengan cara beli bagi yang berduit, atau pinjem teman/perpus bagi yang tak berduit banyak. Beda halnya dengan sekarang, semua informasi dan ilmu pengetahuan mudah untuk didapatkan, tinggal search aja lewat internet, keluar semua tuh informasi yang kita butuhkan.

[Ads] Download PDF dan eBook gratis tanpa harus registrasi, tanpa syarat apapun.

Kaitan Antara Guru dan Gadget

Kemudahan ini disebabkan oleh gadget. Sekarang gadget seperti handphone, laptop, dan tablet bukanlah barang baru. Semua orang bisa memiliki gadget dalam berbagai bentuk dari anak kecil sampai lansia, tak terkecuali sampai-sampai siswa sekolah dasar pun sudah memiliki gadget.

Ada tantangan baru bagi para guru dari melesatnya perkembangan dunia teknologi informatika dan alat elektronik seperti gadget, yaitu bagaimana guru bisa memanfaatkan gadget untuk mengoptimalkan pembelajaran dikelas. Tugas yang tak mudah memang, karena guru dituntut untuk “gak gaptek”, dan jangan sampai kalah dengan muridnya. Karena suka atau tidak suka, murid kita besar di era digital, sehingga para guru sebisa mungkin menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi.

Diperlukan kreatifitas bagi guru untuk memanfaatkan gadget-gadget yang dimiliki oleh murid-muridnya agar bermanfaatannya tidak disalah gunakan dan kita dapat mencegah dampak buruk yang sering kita dengar.

Apa yang bisa guru lakukan dengan pemanfaatan gadget?? Banyak sekali, guru bisa memanfaatkan gadget untuk sarana dan prasarana pembelajaran seperti penggunaan laptop dan internet untuk mencari bahan ajar tambahan seperti video, gambar, artikel, dan kegiatan ilmiah sederhana yang dapat dipraktekan dalam menunjang materi pembelajaran.

Bisa juga guru memanfaatkan gadget dan internet sebagai sarana pemberian tugas dan pengumpulan tugas murid. Seperti dengan menggunakan jejaring sosial yang sudah populer dikalangan murid seperti FB, twitter, blog atau yang lainnya. Dalam memanfaatkan sosial media ini ada catatan khusus untuk guru, dimana guru harus memahami sosial media yang hendak digunakan dan juga mudah untuk dipahami oleh semua murid. Ada added value atau nilai tambah dari pemanfaatan sosial media ini, guru juga dapat memantau murid dalam menggunakan sosial media, bukan overprotective juga terhadap murid, tapi guru bisa lebih mengontrol hal-hal yang memang belum waktunya untuk diketahui anak atau dari konten-konten tidak mendidik seperti kekerasan dan pornografi.

Selain itu guru juga bisa memanfaatkan handphone yang berkamera untuk memotret hasil karya praktikum dan prosesnya. Gambar-gambar ini bisa digunakan untuk melengkapi laporan praktikum. Bisa juga handphone yang memiliki perekam suara atau video untuk merekam dialog drama.

Guru juga bisa memanfaatkan handphone dalam mata pelajaran bahasa Indonesia untuk meningkatkan kompetensi siswa bertelepon dan berkirim pesan singkat (SMS) yang santun dan efektif. Dengan adanya kompetensi bertelepon dan berkirim pesan secara santun dan efektif ini, bisa meminimalisir bahasa alay yang digunakan oleh murid-murid.

Itu hanya sedikit contoh dalam pemanfaatan gadget dalam pembelajaran. Ada banyak sekali yang bisa guru lakukan untuk memanfaatkan teknologi terbaru dan tercanggih seperti gadget. Harus ada kemauan guru untuk mencoba dan melakukannya.

Guru modern tidak cukup hanya bisa menggunakan teknologi terbaru namun juga harus bisa membangun rasa senang belajar yang kemudian memunculkan daya pikir kritis dan jiwa kreatif siswanya. Disisi lain kehadiran serba high tech ini tidak lantas menjadikan mereka robot-robot digital yang bisu, angkuh dan egois. Untuk itu menjadi tugas guru untuk tetap memberikan human touch yang menjadikan anak-anak tetap santun, berempati dan berjiwa sosial. Para guru juga harus tetap mendampingi dan mengarahkan muridnya agar bisa memanfaatkan teknologi secara sehat demi masa depan Indonesia yang lebih baik.