Era kacamata pintar tampaknya saat ini sedang mulai berkembang. Setelah Epson berhasil membuat kacamata pintar berbasis Android bernama Moverio BT- 100 untuk pertama kalinya, membuat Google juga tidak mau ketinggalan ikut andil mengembangkan kacamata pintar berbasis Android. Produk tersebut sudah mulai diperkenalkan oleh Google dan dijual ke orang- orang tertentu (developer). Kabarnya kacamata pintar buatan Google atau yang sering disebut dengan Google Glass ini baru akan diluncurkan pada tahun ini. Kacamata besutan Google ini bukanlah sebuah kacamata biasa melainkan sebuah kacamata pintar yang dilengkapi dengan banyak sekali fitur multimedia seperti halnya kamera. Kedengarannya aneh dan unik memang, tapi begitulah dengan keberadaan Google Glass. Ya, Google Glass mengubah karya fiksi menjadi produk di dunia nyata.

Spesifikasi Pada Google Glass

[Ads] Download PDF dan eBook gratis tanpa harus registrasi, tanpa syarat apapun.

Menggunakan metode Android Debug bridge, Google Glass menggunakan prosesor dual core garapan Texas Instrument dengan mengusung tipe OMAP 4430. Prosesor yang mengusung proses pabrikasi 45 nm ini mengadopsi teknologi ARM Cortex- A9 yang berjalan pada kecepatan clock sekitar 1 GHz. Sedangkan pada pengolahan grafisnya, Google Glass ini mempercayakannya pada PowerVR SGX540 yang langsung tersambung dengan hardware accelerator IVA 3, prosesor ABE dan sebuah ISP yang siap mendukung kamera hingga 20 MP. Selain itu penggunaan PowerVR SGX540 memang sengaja disiapkan untuk menangani dalam merekam video HD pada kecepatan 30 fps dan menggunakan dukungan Stereoscopic 3D pada resolusi 720p. Kamera tersebut memiliki sensor 5MP. Sensor ini setara dengan kamera yang sering dipakai pada ponsel kelas menengah. Jika dibandingkan dengan kebanyakan perangkat yang menggunakan basis Android, spesifikasi yang dipake pada Google Glas tidak telalu tinggi. Wajar saja, karena Google Glass dirancang bukan untuk memainkan game berat akan tetapi untuk mendukung aktifitas sosial sehari- hari pada penggunanya.

Sistem Operasi

Berhubung kacamata pintar ini juga dapat digunakan sebagai media perekam video, tentu saja pihak Google tidak lupa menyematkan media penyimpanannya, yakni berupa memori internal yang berkapasitas 16 GB. Akan tetapi pengguna Google Glass tidak dapat memakai memori ini secara penuh, hanya 12 GB saja yang bisa dipakai. Sesuai dengan julukannya, kacamata pintar Google Glass ini merupakan gabungan dari banyak gadget dan telah mendukung fitur panggilan video meski masih melalui Hangout G+. Kacamata pintar besutan Google ini juga dirancang kompatibel dengan semua perangkat yang berjalan menggunakan sistem operasi Android 4.0 Ice Cream Sandwich seperti pada perangkat Samsung Galaxy Axiom R830. Sehingga tak mengherankan jika kacamata pintar ini mampu menginstall aplikasi My Glass. Aplikasi My Glass memungkinkan bagi Google Glass untuk menentukan lokasi melalui koordinat GPS dan juga untuk mengirim sms.

Harga Jual

Kelebihan lain yang ada pada Google Glass ini, semua spesifikasi hardwarenya dibuat dalam versi yang ukurannya sesuai dengan form factor kacamata pintar. Tentu saja jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan smartphone ataupun tablet Android sekecil apapun. Kendati belum dijual secara resmi kehadapan publik secara luas, perangkat unik ini telah beberapa kali dipamerkan oleh salah satu pendiri Google, Sergey Brin.  Bahkan Brin yakin, Google Glass bisa menggantikan smartphone. Mengingat fitur yang amat berkelas yang diusung dalam Google Glass ini, maka tak heran harga kacamata pintar ini lumayan melambung tinggi. Pihak Google selaku produsen membanderol  sekitar US$ 1500 per itemnya.