Di jaman yang semakin maju ini keberadaan gadget merupakan suatu hal yang biasa. Bahkan bisa dibilang hampir semua orang memilikinya, dan beberapa mungkin malah memiliki lebih dari satu buah. Yap dengan terus dikembangkannya fitur dan teknologi pada gadget, tak ubahnya menjadikan gadget sebagai sebuah perangkat serba guna yang dibutuhkan setiap saat layaknya kebutuhan primer.

Nah jika kita berbicara soal gadget, baik sebagi sebuah perangkat komunikasi, perangkat pendukung kerja, maupun sebagai perangkat hiburan, tentu tidak lah ada artinya jika gadget tersebut tak disertai dengan batrei. Ya pasalnya nyawa atau energy penghidupan sebuah gadget bersumber pada batrei yang dibawanya.

[Ads] Download PDF dan eBook gratis tanpa harus registrasi, tanpa syarat apapun.

Namun tahukah Anda bahwa batrei yang dibawa oleh setiap gadget tak selalu sama? Jenis – jenis batrei pada gadget ada banyak sekali. Dan berikut ini beberapa diantaranya yang paling banyak digunakan pada gadget Anda.

Jenis – Jenis Batrei pada Gadget

  • Lithium Ion (Li-ion)

Li Ion

Jenis yang pertama ini bisa jadi merupakan salah satu yang paling terkenal diantara jenis batrei lainnya. Pasalnya kebanyakan gadget menggunakannya sebagai sumber energy, dan bisa jadi gadget Anda adalah salah satu yang menggunakannya. Batrei Li-ion memiliki kelebihan pada segi bentuknya yang mungil dan tidak adanya memory effect dari penggunaannya. Selain itu batrei Li-ion juga memungkinkan untuk dilakukan pengisian ulang sebelum daya benar – benar habis. Sayangnya batrei jenis ini masih memiliki sejumlah kelemahan. Diantaranya adalah dapat menurunya kapasitas daya batrei yang bisa dipengaruhi berbagai hal, misalnya pengisian ulang daya yang salah serta usia batrei yang semakin menua.

  • Lithium Polimer (Li-Po)

Li-Po

Jenis batrei kedua ini bisa dibilang penyempurna dari Li-ion. Batrei Li-Po memiliki voltase 2,7 s/d 4,35 volt. Dengan demikian kelebihan dari batrei ini adalah adanya pembatasan daya saat pengisian ulang. Artinya Anda tak perlu kawatir akan terjadi overcharging yang dapat merusak kondisi batrei Anda. Hanya saja pada batrei Li-Po ini pengisian ulang tidak boleh dilakukan ketika batrei sudah benar – benar dalam keadaan kosong. Jadi Anda harus benar – benar memperhatikan sisa daya dalam batrei Anda.

  • Nickel Cardimium (NiCD)

    Nickel Cardimium (NiCD)

NiCD merupakan jenis batrei rechargeable yang bisa dibilang  paling tua dan banyak digunakan pada ponsel – ponsel jaman dulu. Batrei jenis ini memiliki keunggulan pada segi kapasitasnya yang sangat besar. Namun kelemahannya terletak pada ukuran batrei yang besar dengan bobot yang cukup berat. Selain itu, batrei ini juga memiliki memory effect permanen, dimana ketika batrei diisi dengan cara yang salah akan menyebabkan kapasitas dayanya menurun atau bahkan batrei mati total.